Selain itu, juga terkait perencanaan kerja sama akses citra penginderaan jauh.
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, penginderaan Jauh berguna dalam menyediakan data dan informasi yang detail dan akurat, mengenai permukaan bumi dan perubahannya.
“Program Copernicus milik Uni Eropa merupakan salah satu penyedia data Penginderaan Jauh secara global. Workshop ini akan sangat bermanfaat dan sebagai sarana berbagi informasi mendalam, terkait kondisi eksisting dan potensi pemanfaatan data penginderaan jauh di Indonesia,” kata Handoko
Workshop ini, menurut Handoko, akan memberikan pengetahuan terkait penginderaan jauh dan cara memanfaatkannya untuk mengatasi isu-isu nasional, regional, dan global.
Beberapa isu yang menjadi perhatian seperti perubahan iklim, keamanan, lingkungan dan kehutanan, kelautan dan perikanan, dan kebencanaan.
Menurut Handoko workshop ini juga akan menghasilkan proyek-proyek kolaboratif potensial di masa depan. Selain itu, meningkatkan kerjasama luar angkasa antara UE dan Indonesia di bawah Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama Skema Fasilitas, yang telah dirintis oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional yang sekarang menjadi BRIN.
Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR PA), Robertus Heru Triharjanto, menjelaskan, pemilihan sektor-sektor yang dibahas dalam workshop dikarenakan sektor tersebut telah lama dan intensif dalam memanfaatkan data dan informasi penginderaan jauh.





Komentar tentang post