Jumat, Juni 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengubah Ikonis Gunung Bromo Menjadi Astrofotografi Kelas Dunia

redaksi
6 Mei 2022
Kategori : Berita
0
Mengubah Ikonis Gunung Bromo Menjadi Astrofotografi Kelas Dunia

Pemandangan Langit malam dan meteor Eta Aquarid di atas Gunung Bromo, Jawa Timur. FOTO: JUSTIN NG/EARTHSKY.ORG

Umumnya 30 meteor Eta Aquarid dapat dilihat per jam selama puncaknya. Menurut Timeanddate.com di dekat Khatulistiwa seperti di Manado, Gorontalo, Ternate, Palu dan Kendari, hingga 50 meteor per jam.

Pecahan komet Halley ini memperlihatkan cahaya yang berlangsung selama beberapa detik hingga menit.

Namun untuk menyaksikan Eta Aquarids berbeda dalam jumlah di belahan bumi Utara dan Selatan selama jam-jam sebelum fajar.

Belahan Bumi Selatan lebih disukai untuk melihat Eta Aquarids. Karena di belahan Bumi Utara hanya sekitar 10 meteor. Hal ini disebabkan lokasi pengamatan di garis lintang yang berbeda.

Rasi bintang Aquarius—rumah bagi pancaran Eta Aquarids— lebih tinggi di langit di Belahan Bumi Selatan.

Bila tidak mendung dan langit cerah, untuk melihat meteor Eta Aquarids dengan cara ke tempat atau area yang jauh dari kota atau tanpa lampu jalan.

Jangan lupa untuk menyiapkan kantong tidur, selimut, atau kursi dan perlengkapan lainnya. Berbaring telentang dengan kaki menghadap ke timur dan lihat ke atas.

Nikmati langit sebanyak mungkin. Setelah sekitar 30 menit dalam kegelapan, mata akan beradaptasi dan mulai melihat meteor.

Situs web Solarsystem.nasa.gov memberikan tips: bersabarlah —pertunjukan langit akan berlangsung hingga subuh, jadi banyak waktu untuk melihat sekilas. Verrianto Madjowa

Halaman 4 dari 5
Sebelumnya1...345Selanjutnya
Tags: AstrofotografiAstronomiGunung BromoJawa TimurKomet HalleyMeteorMeteor Eta Aquarids
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Hujan Meteor Eta Aquarid Dari Gunung Bromo

Next Post

KM Sabuk Nusantara 91 Kandas di Perairan Sapeken, Jawa Timur

Postingan Terkait

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

19 Juni 2026
Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

19 Juni 2026

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

Next Post
KM Sabuk Nusantara 73 Layani Logistik di Maluku dan NTT

KM Sabuk Nusantara 91 Kandas di Perairan Sapeken, Jawa Timur

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Program Doktor Ilmu Pertanian dan Manajemen Pendidikan Akan Memperkuat Pascasarjana UNG

Siklon Tropis Narelle Melemah di Northern Territory Australia

Semangat Kolaborasi Melawan Polusi Plastik

Rumpon Bertambah di Teluk Tomini, Tak Ada Laporan

Laut Maluku Memiliki Kondisi Geologi yang Rumit dan Intensitas Kegempaan Sangat Tinggi

Dr. Raghel Yunginger: Pencapaian SDGs di Daerah Belum Optimal

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.