Rabu, Oktober 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

redaksi
21 Juni 2020
Kategori : Berita, Konservasi
0
Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Ekosistem mangrove berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon, jika dijaga dan dilindungi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Ekosistem mangrove dan padang lamun (seagrass) adalah tumbuhan laut yang identik dengan warna biru. Karena itu, karbon yang tersimpan di kedua ekosistem ini dinamakan karbon biru.

Dilansir Oseanografi.lipi.go.id, peneliti ekologi vegetasi laut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yaya Ihya Ulumuddin, mengatakan, hutan mangrove menyimpan 1000 ton/ha karbon. Artinya, mangrove berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon, jika mangrove dikonservasi (dilindungi).

“Ekosistem mangrove dan padang lamun juga berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi dan erosi, melindungi pemukiman yang ada di belakangnya dari badai yang datangnya dari arah laut, dan tempat tumbuhnya ikan-ikan karang,” kata Yaya pada # SOA Indonesia webinar, bertajuk “Perubahan Iklim dan Karbon Biru“, Rabu ( 17/6).

Menurut Yaya, karbon atau zat arang pada dasarnya adalah salah satu unsur paling berlimpah kedua setelah oksigen (sekitar 18,5 persen) dan merupakan unsur dasar segala kehidupan yang ada di bumi.

Warna Karbon dapat berbeda-beda, tergantung di mana tempat melekat. Karbon dapat berwarna hitam pada arang, ataupun putih/bening pada intan.

Berbicara tentang perubahan iklim dan karbon biru adalah sesuatu hal yang abstrak. Tidak seperti masalah rehabilitasi mangrove atau dampak sampah plastik, yang wujudnya dapat terlihat secara nyata.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Karbon BiruLamunLIPIMangrovepenyerap karbon
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Profesor Riset LIPI: Pandemi Covid-19 Membuat Pola Hidup Berubah

Next Post

Nonton Gerhana Matahari di Berbagai Wilayah

Postingan Terkait

Ketua Umum AMSI: Industri Media Hadapi Tantangan Serius Terkait Kepercayaan Publik

Ketua Umum AMSI: Industri Media Hadapi Tantangan Serius Terkait Kepercayaan Publik

28 Oktober 2026
Menyingkap Asal-usul Laut Purba di Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang Vietnam

Menyingkap Asal-usul Laut Purba di Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang Vietnam

28 Oktober 2026

Peringatan Dini dan Tindakan Berbasis Dampak di Provinsi Cao Bang Vietnam

Topan Menghancurkan Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang, Vietnam Perkuat Peringatan Dini

UNG Terima Penghargaan Sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Next Post
Nonton Gerhana Matahari di Berbagai Wilayah

Nonton Gerhana Matahari di Berbagai Wilayah

Komentar tentang post

TERBARU

Ketua Umum AMSI: Industri Media Hadapi Tantangan Serius Terkait Kepercayaan Publik

Menyingkap Asal-usul Laut Purba di Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang Vietnam

Peringatan Dini dan Tindakan Berbasis Dampak di Provinsi Cao Bang Vietnam

Topan Menghancurkan Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang, Vietnam Perkuat Peringatan Dini

UNG Terima Penghargaan Sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Narelle Menguat di Laut Koral

Konsumen Seafood Dunia Ingin Produk Perikanan Berkelanjutan

Intensitas Siklon Tropis Narelle Meningkat Menjadi Kategori 4 di Laut Koral Australia

Penyu Sisik dan Belimbing Dilepas di Sulawesi Utara

Survei Korea-Indonesia MTCRC Dukungan untuk Kebijakan Wilayah Laut Cirebon

Tahun Depan LIPI Ekspedisi dengan Kapal Riset Sendiri

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.