Rabu, April 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

redaksi
21 Juni 2020
Kategori : Berita, Konservasi
0
Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Ekosistem mangrove berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon, jika dijaga dan dilindungi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Ekosistem mangrove dan padang lamun (seagrass) adalah tumbuhan laut yang identik dengan warna biru. Karena itu, karbon yang tersimpan di kedua ekosistem ini dinamakan karbon biru.

Dilansir Oseanografi.lipi.go.id, peneliti ekologi vegetasi laut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yaya Ihya Ulumuddin, mengatakan, hutan mangrove menyimpan 1000 ton/ha karbon. Artinya, mangrove berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon, jika mangrove dikonservasi (dilindungi).

“Ekosistem mangrove dan padang lamun juga berfungsi sebagai pelindung pantai dari abrasi dan erosi, melindungi pemukiman yang ada di belakangnya dari badai yang datangnya dari arah laut, dan tempat tumbuhnya ikan-ikan karang,” kata Yaya pada # SOA Indonesia webinar, bertajuk “Perubahan Iklim dan Karbon Biru“, Rabu ( 17/6).

Menurut Yaya, karbon atau zat arang pada dasarnya adalah salah satu unsur paling berlimpah kedua setelah oksigen (sekitar 18,5 persen) dan merupakan unsur dasar segala kehidupan yang ada di bumi.

Warna Karbon dapat berbeda-beda, tergantung di mana tempat melekat. Karbon dapat berwarna hitam pada arang, ataupun putih/bening pada intan.

Berbicara tentang perubahan iklim dan karbon biru adalah sesuatu hal yang abstrak. Tidak seperti masalah rehabilitasi mangrove atau dampak sampah plastik, yang wujudnya dapat terlihat secara nyata.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Karbon BiruLamunLIPIMangrovepenyerap karbon
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Profesor Riset LIPI: Pandemi Covid-19 Membuat Pola Hidup Berubah

Next Post

Nonton Gerhana Matahari di Berbagai Wilayah

Postingan Terkait

UTBK-SNBT 2026 di UNG Berlangsung di Kota Gorontalo dan Bone Bolango

UTBK-SNBT 2026 di UNG Berlangsung di Kota Gorontalo dan Bone Bolango

22 April 2026
Bawa Sampel Tanah Dari Buol Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA Asal Cina

Bawa Sampel Tanah Dari Buol Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA Asal Cina

22 April 2026

20.000 Pelaut dan 2.000 Kapal Masih Terdampar di Selat Hormuz

Hari Bumi Sebagai Pengingat Cara Mengatasi Krisis Lingkungan

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

Next Post
Nonton Gerhana Matahari di Berbagai Wilayah

Nonton Gerhana Matahari di Berbagai Wilayah

Komentar tentang post

TERBARU

UTBK-SNBT 2026 di UNG Berlangsung di Kota Gorontalo dan Bone Bolango

Bawa Sampel Tanah Dari Buol Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA Asal Cina

20.000 Pelaut dan 2.000 Kapal Masih Terdampar di Selat Hormuz

Hari Bumi Sebagai Pengingat Cara Mengatasi Krisis Lingkungan

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

AmsiNews

REKOMENDASI

Kepala BNPB Minta Penanganan Darurat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Dipercepat

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Barat Manila Filipina

Bibit Siklon Tropis 96S Berada di Selatan Nusa Tenggara Barat

Perubahan Iklim, Presiden Filipina: Waspada dengan Toraji dan 2 Siklon Tropis Lainnya

Gempa M6,2 Menggucang Bolaang Mongondow Selatan

Indonesia Berada di Pusaran Perdagangan Satwa Liar Dunia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.