Yaya yang juga alumni Australian National University dan aktif dalam kegiatan Pemetaan Mangrove Nasional di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menguraikan peran penting dan manfaat mangrove, serta padang lamun dalam mengurangi laju perubahan iklim, serta keberlanjutan kehidupan penduduk. Khususnya, yang paling terdampak adalah penduduk yang tinggal di daerah pesisir.
“Bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang ada di kawasan pesisir, hutan mangrove dan padang lamun merupakan harta kekayaan yang sangat berharga. Jika kita menjaganya dari kerusakan, mangrove dan padang lamun akan memberikan banyak manfaat kepada kita,” ujar Yaya.
Menurut Yaya, ekosistem mangrove dan padang lamun yang terjaga akan menghasilkan banyak sumber kehidupan, ikan, udang, tempat wisata dan lain-lain. Jadi jagalah ekosistem mangrove dan padang lamun kita, karena menjaga lebih mudah dan murah daripada memperbaikinya.
Sebelumnya, Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah meluncurkan aplikasi Seagrass Carbon Converter (SCC). Aplikasi berbasis web ini untuk memperkirakan cadangan dan penyerapan karbon di padang lamun.
Melalui aplikasi ini dapat diperkirakan cadangan karbon dan penyerapan padang lamun di perairan Indonesia.





Komentar tentang post