Upaya ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono untuk menjaga mutu produk perikanan, termasuk komoditas ekspor guna memastikan keamanan pangan dan menjaga kepercayaan pasar internasional.
Menurut Artati, sebagai langkah antisipatif timbulnya permasalahan-permasalahan tersebut yang merupakan tantangan bagi kita semua dalam pengembangan produk tuna, maka perlu dilakukan tindakan strategis bagi pengembangan produk tuna di Indonesia.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mempertahankan mutu tuna dan meningkatkan kualitas produk turunannya adalah dengan meningkatkan kemampuan para personal yang berhubungan langsung dengan penanganan dan produksi tuna. Seperti nelayan, miniplant, checker, dan pengolah tuna agar memahami teknik penanganan dan melakukan grading tuna yang tepat dan benar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara Tinneke Adam, mengatakan, permintaan impor tuna ke Jepang saat ini turun karena ketersediaan ikan tuna lokal Jepang sedang berlimpah.
Musim tuna saat ini berada di Lautan Pasifik. Hal yang perlu dilakukan untuk mempertahankan mutu tuna Indonesia, khususnya dari Sulawesi Utara adalah melalui penanganan tuna dengan menerapkan sistem rantai dingin yang benar setelah pasca panen.





Komentar tentang post