Darilaut – Lebih dari 100 orang dipastikan tewas dan puluhan lainnya hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah perbukitan Texas bagian Tengah, Amerika Serikat (AS). Banyak di antara korban adalah anak-anak di kamp liburan.
Dalam siaran pers, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada semua yang terdampak.
Banyaknya korban jiwa akibat banjir bandang di wilayah Texas tersebut, ketika hujan selama berbulan-bulan turun hanya dalam beberapa jam.
WMO menyoroti bahaya dari bencana besar ini dan tantangan dalam memastikan peringatan dini menjangkau mereka yang membutuhkan.
Banjir bandang merupakan salah satu bencana alam paling mematikan di dunia dengan lebih dari 5.000 jiwa melayang setiap tahunnya.
Banjir bandang, yang mencakup sekitar 85% kasus banjir, juga memiliki tingkat kematian tertinggi di antara berbagai jenis banjir, termasuk banjir sungai dan banjir pesisir (rob).
Oleh karena itu, menurut WMO, banjir bandang menjadi salah satu prioritas utama inisiatif Peringatan Dini untuk Semua.
Banjir bandang didefinisikan sebagai peristiwa banjir yang tiba-tiba dan berintensitas tinggi, dengan rentang waktu antara peristiwa pemicu (biasanya hujan deras) dan awal banjir hanya beberapa jam.
Peristiwa ini ditandai dengan kenaikan muka air yang cepat, debit puncak yang tinggi, dan seringkali berdampak buruk pada infrastruktur dan masyarakat, terutama di wilayah perkotaan dan pegunungan – seperti yang terjadi di Texas.




