Minggu, Agustus 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Misteri Cumi-cumi Raksasa, Panjangnya Lebih Dari 10 Meter

redaksi
4 Mei 2022
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Misteri Cumi-cumi Raksasa, Panjangnya Lebih Dari 10 Meter

Kromatofor cumi-cumi raksasa memungkinkannya untuk mengambil rona merah, kamuflase yang sangat baik di perairan yang gelap dan dalam. FOTO: JAMES TAYLOR/AQUARIUM.CO.ZA

Para ilmuwan tidak setuju tentang penyebab fenomena ini. Terutama karena laut dalam tidak dapat diakses untuk memungkinkan studi skala besar.

Diduga penyebab utama gigantisme adalah kelangkaan makanan. Hal ini karena hewan yang lebih besar cenderung memiliki metabolisme yang lebih efisien dan mampu melakukan perjalanan jauh.

Hewan laut dalam biasanya tidak bertahan hidup saat dibawa ke permukaan dengan cepat.

Apalagi cumi-cumi raksasa tidak memiliki kantung renang yang berisi gas. Hewan ini rentan terhadap cedera traumatis saat muncul ke permukaan, perubahan suhu yang cepat di permukaan laut.

Saat kritis, gas terlarut dalam darah dan jaringan cumi-cumi akan keluar dan membentuk gelembung selama dekompresi.

Inilah alasan mengapa hampir semua cumi-cumi raksasa yang dilihat manusia sudah terluka parah atau mati.

Cumi-cumi raksasa ditemukan di semua lautan. Tetapi tampaknya hewan ini lebih menyukai suhu air sedang dan lebih jarang di lautan kutub dan tropis.

Daerah dengan spesimen cumi-cumi raksasa paling banyak dilaporkan adalah Newfoundland, Spanyol, Portugal, Afrika Selatan, Namibia, Jepang, Selandia Baru dan Australia.

Meskipun tampaknya lautan terbuka adalah habitat yang disukai, laut yang terhubung, khususnya Tasman, Karibia, dan Teluk Meksiko juga tampaknya merupakan habitat yang cocok.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Afrika SelatanCumi-cumiCumi-cumi RaksasaGiant Squids
Bagikan8Tweet4KirimKirim
Previous Post

Foto: Semarak Akhir Ramadan di Gorontalo

Next Post

Hati-Hati! Sengatan Ubur-ubur Kotak Mengandung Racun yang Mematikan

Postingan Terkait

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

8 Agustus 2026
Odyssey Laut Mediterania, Gudang Harta karun ekologis yang Kian Tertekan

Odyssey Laut Mediterania, Gudang Harta karun ekologis yang Kian Tertekan

8 Agustus 2026

Typhoon Dolphin’s Path Forms a Hexagonal Pattern Heading Toward China’s East Coast

Unik, Lintasan Topan Dolphin Membentuk Pola Segi Enam Menuju Pantai Timur Cina

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

Topan Dolphin Berada Sangat Dekat dengan Pulau Okinawa Jepang

Dampak Kekeringan, Lebih Dari 15 Ribu Warga di Provinsi Gorontalo Sulit Air Bersih

Typhoon Dolphin Struck Japan’s Amami and Okinawa Islands

Next Post
Hati-Hati! Sengatan Ubur-ubur Kotak Mengandung Racun yang Mematikan

Hati-Hati! Sengatan Ubur-ubur Kotak Mengandung Racun yang Mematikan

Komentar tentang post

TERBARU

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Odyssey Laut Mediterania, Gudang Harta karun ekologis yang Kian Tertekan

Typhoon Dolphin’s Path Forms a Hexagonal Pattern Heading Toward China’s East Coast

Unik, Lintasan Topan Dolphin Membentuk Pola Segi Enam Menuju Pantai Timur Cina

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

Topan Dolphin Berada Sangat Dekat dengan Pulau Okinawa Jepang

AmsiNews

REKOMENDASI

Bayi Dugong Terdampar di Polewali Mandar

Gubernur Papua Barat Bentuk Pokja Kawasan Konservasi Raja Ampat

Gempa Maluku, 2.675 Rumah Rusak

Siklon Tropis Narelle Berkembang di Barat Laut Broome Australia Barat, Samudra Hindia

Satu WNA Tewas Akibat Banjir di Bali

Dugong Panjang 2,7 Meter Terdampar di Mamuju

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.