Rabu, Juni 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Misteri Cumi-cumi Raksasa, Panjangnya Lebih Dari 10 Meter

redaksi
4 Mei 2022
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Misteri Cumi-cumi Raksasa, Panjangnya Lebih Dari 10 Meter

Kromatofor cumi-cumi raksasa memungkinkannya untuk mengambil rona merah, kamuflase yang sangat baik di perairan yang gelap dan dalam. FOTO: JAMES TAYLOR/AQUARIUM.CO.ZA

Para ilmuwan tidak setuju tentang penyebab fenomena ini. Terutama karena laut dalam tidak dapat diakses untuk memungkinkan studi skala besar.

Diduga penyebab utama gigantisme adalah kelangkaan makanan. Hal ini karena hewan yang lebih besar cenderung memiliki metabolisme yang lebih efisien dan mampu melakukan perjalanan jauh.

Hewan laut dalam biasanya tidak bertahan hidup saat dibawa ke permukaan dengan cepat.

Apalagi cumi-cumi raksasa tidak memiliki kantung renang yang berisi gas. Hewan ini rentan terhadap cedera traumatis saat muncul ke permukaan, perubahan suhu yang cepat di permukaan laut.

Saat kritis, gas terlarut dalam darah dan jaringan cumi-cumi akan keluar dan membentuk gelembung selama dekompresi.

Inilah alasan mengapa hampir semua cumi-cumi raksasa yang dilihat manusia sudah terluka parah atau mati.

Cumi-cumi raksasa ditemukan di semua lautan. Tetapi tampaknya hewan ini lebih menyukai suhu air sedang dan lebih jarang di lautan kutub dan tropis.

Daerah dengan spesimen cumi-cumi raksasa paling banyak dilaporkan adalah Newfoundland, Spanyol, Portugal, Afrika Selatan, Namibia, Jepang, Selandia Baru dan Australia.

Meskipun tampaknya lautan terbuka adalah habitat yang disukai, laut yang terhubung, khususnya Tasman, Karibia, dan Teluk Meksiko juga tampaknya merupakan habitat yang cocok.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Afrika SelatanCumi-cumiCumi-cumi RaksasaGiant Squids
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Foto: Semarak Akhir Ramadan di Gorontalo

Next Post

Hati-Hati! Sengatan Ubur-ubur Kotak Mengandung Racun yang Mematikan

Postingan Terkait

Tahun Ini Potensi El Niño Kuat

Peristiwa El Niño dan Dampaknya Bervariasi

17 Juni 2026
Laut Bukan Tempat Buangan Limbah Tambang

Australia Bersiap Menghadapi El Niño

17 Juni 2026

Indikator ENSO Cenderung Fase Hangat

Kabupaten Sigi Paling Terdampak Gempa di Sulawesi Tengah, 1 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Terluka

BNPB dan BPBD Masih Mendata Dampak dan Kerusakan Akibat Gempa Kuat M6,7 di Sulawesi Tengah

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

Gempa Sarangani di Mindanao Mengakibatkan Pengangkatan Dasar Laut Hingga Dua Meter

Gempa Dangkal yang Melanda Sulawesi Tengah Akibat Aktivitas Sesar Sausu

Next Post
Hati-Hati! Sengatan Ubur-ubur Kotak Mengandung Racun yang Mematikan

Hati-Hati! Sengatan Ubur-ubur Kotak Mengandung Racun yang Mematikan

Komentar tentang post

TERBARU

Peristiwa El Niño dan Dampaknya Bervariasi

Australia Bersiap Menghadapi El Niño

Indikator ENSO Cenderung Fase Hangat

Kabupaten Sigi Paling Terdampak Gempa di Sulawesi Tengah, 1 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Terluka

BNPB dan BPBD Masih Mendata Dampak dan Kerusakan Akibat Gempa Kuat M6,7 di Sulawesi Tengah

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

AmsiNews

REKOMENDASI

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Badai Besar Helene Menyebabkan 25 Orang Tewas di AS

Tsunami Teluk Palu, Fenomena Pusaran Air

20 Persen Sampah Plastik di Laut Berasal dari Pelayaran dan Perikanan

Hari Meteorologi Sedunia Menampilkan Kampanye Weather Kids

Paus Orca dan Momen Matahari Terbenam yang Menakjubkan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.