Secara umum, kata Funco, beberapa kearifan lokal Gorontalo menjadi “tidak arif” lagi saat pandemi Covid-19.
Karena itu, untuk menangani pandemi, Funco menawarkan model Pandemic Governance dengan menggunakan pendekatan sosio-kultural yang diterjemahkan dalam empat dimensi yaitu dimensi aktor, dimensi literasi, dimensi interaksi serta dimensi ruang.
“Kekerabatan dapat menjadi problem jika kemudian ia tidak diterjemahkan kembali dalam kerangka teoritik dan implementasi yang lebih luas dengan basis kesehatan publik,” kata Funco yang juga dosen di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Rektor Universitas Negeri Gorontalo Dr. Eduart Wolok, mengatakan bertambahnya dosen bergelar doktor akan memperkuat sumber daya manusia di UNG.
“Kami berharap dengan diraihnya gelar doktor tersebut dapat menjadi energi dan motivasi untuk meningkatkan kualitas tri dharma perguruan tinggi di Universitas Negeri Gorontalo,” kata Rektor UNG.
Menurut Eduart topik yang diangkat dalam disertasi ini sangat penting bagi mitigasi pandemi yang bisa saja terjadi di masa mendatang.





Komentar tentang post