Saat ini terdapat 60 ZOM (8,6%) yang sudah mengalami musim hujan meliputi Riau bagian selatan, sebagian Sumatera Selatan, Bengkulu bagian selatan, Jawa Barat bagian selatan, Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tengah bagian timur, Kalimantan Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian utara, Maluku Utara bagian utara, sebagian Maluku dan sebagian Papua Barat.
Selain itu, terdapat sebanyak 113 ZOM (16,2%) yang mengalami periode musim hujan sepanjang tahun (di sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Sumatera Barat, sebagian Kepulauan Riau, sebagian Bengkulu, sebagian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dst).
Dwikorita mengatakan apabila dibandingkan terhadap rerata klimatologis Akumulasi Curah Hujan Musim Hujan (periode 1991-2020), secara umum kondisi Musim Hujan 2022/2023 diprakirakan Normal atau Sama dengan rerata klimatologisnya pada 478 ZOM (68,38%).
Kemudian sejumlah 185 ZOM (26,47%) akan mengalami kondisi hujan Atas Normal (Musim Hujan Lebih Basah atau lebih tinggi dari rerata klimatologis) dan 36 ZOM (5,15%) akan mengalami kondisi hujan Bawah Normal (Musim Hujan Lebih Kering, atau lebih rendah dari rerata klimatologisnya).
Prakiraan BMKG fenomena La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD) negatif akan berkontribusi pada meningkatnya curah hujan di Indonesia. La Nina masih bertahan hingga akhir tahun 2022.





Komentar tentang post