Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko bencana selama musim kemarau. Sebagian besar kejadian kebakaran lahan dapat dicegah apabila masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran sembarangan.
“Musim kemarau harus dihadapi dengan meningkatkan kewaspadaan bersama. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Rusli, Jumat (17/7/2026).
Selain ancaman kebakaran, Rusli mengingatkan bahwa musim kemarau juga berpotensi menyebabkan kekeringan dan menurunnya ketersediaan air bersih di sejumlah daerah.
Masyarakat diimbau mulai menerapkan pola penggunaan air secara bijak dengan mengutamakan kebutuhan pokok sehari-hari.
Masyarakat perlu menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air bersih, serta memperbaiki keran maupun saluran air yang bocor agar tidak terjadi pemborosan.
”Apabila suatu wilayah mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, segera laporkan kepada pemerintah desa, kelurahan maupun BPBD sehingga dapat segera dilakukan langkah penanganan,” kata Rusli.
Catatan Darilaut.id, wilayah yang mulai kesulitan air bersih saat ini, antara lain, Desa Bakti, Molalahu, Toidito di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.




