Darilaut - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo memantau wilayah yang berpotensi kekeringan di musim kemarau ini. Beberapa kawasan yang menjadi perhatian BPBD antara lain wilayah di Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Gorontalo Kecamatan Boliyohuto, Kecamatan Pulubala dan Kabupaten Gorontalo Utara, serta sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Bone Bolango. Selain itu, kawasan Mootilango dan daerah sekitarnya juga termasuk wilayah yang kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau. "Wilayah-wilayah tersebut akan terus kami pantau. Apabila terjadi peningkatan potensi kekeringan, BPBD akan melakukan penanganan secara lebih khusus sesuai dengan kebutuhan di lapangan," kata Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh. Tahir Laendeng. Langkah antisipasi sejak dini sangat diperlukan agar dampak kekeringan dan potensi karhutla dapat diminimalkan. BPBD Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo. Cuaca panas yang disertai minimnya curah hujan berpotensi memicu berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, hingga berkurangnya ketersediaan air bersih. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko bencana selama musim kemarau. Sebagian besar kejadian kebakaran lahan dapat dicegah apabila masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran sembarangan. "Musim kemarau harus dihadapi dengan meningkatkan kewaspadaan bersama. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran," ujar Rusli, Jumat (17/7/2026). Selain ancaman kebakaran, Rusli mengingatkan bahwa musim kemarau juga berpotensi menyebabkan kekeringan dan menurunnya ketersediaan air bersih di sejumlah daerah. Masyarakat diimbau mulai menerapkan pola penggunaan air secara bijak dengan mengutamakan kebutuhan pokok sehari-hari. Masyarakat perlu menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air bersih, serta memperbaiki keran maupun saluran air yang bocor agar tidak terjadi pemborosan. ”Apabila suatu wilayah mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, segera laporkan kepada pemerintah desa, kelurahan maupun BPBD sehingga dapat segera dilakukan langkah penanganan," kata Rusli. Catatan Darilaut.id, wilayah yang mulai kesulitan air bersih saat ini, antara lain, Desa Bakti, Molalahu, Toidito di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.