Intensifikasi lebih lanjut kemungkinan akan terjadi dalam 12 hingga 24 jam. Namun, tren pelemahan diperkirakan akan terjadi pada Rabu (2/11) malam atau Kamis (3/11).
Dalam buletin PAGASA yang dikeluarkan Senin pukul 17.00 siklon tropis ini diprakirakan mencapai kategori topan Senin malam ini atau Selasa dini hari.
“Setelah mencapai intensitas puncaknya, tren pelemahan diperkirakan akan terjadi pada hari Rabu,” tulis PAGASA.
Paeng masih memberikan dampak langsung pada cuaca di Filipina seperti curah hujan lebat di sejumlah wilayah yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor, terutama di daerah yang sangat rentan terhadap bahaya ini. Begitu pula dengan angin kencang dan gelombang laut.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menginformasikan Senin pukul 15.00 kekuatan topan Nalgae menjadi siklon tropis yang berkembang ekstrem.
Topan No. 22 ini bergerak ke utara barat laut, dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot). Tekanan udara pusat 975 hPa (hektopaskal), kata JMA.
Prediksi JMA pada Selasa, kekuatan Nalgae akan menjadi angin topan yang kuat dengan tekanan tekanan udara pusat 970 hPa.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) Nalgae dapat memberikan dampak langsung pada gelombang laut dengan tinggi maksimum 7,9 meter (26 feet).





Komentar tentang post