Selasa, Juni 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Nanoplastik yang Berpotensi Masuk Dalam Darah Manusia

redaksi
16 Mei 2026
Kategori : Berita
0
Ilmuwan Temukan Tumpukan Sampah Mikroplastik Dasar Laut Terbesar di Dunia

Sampah plastik di laut. FOTO: DARILAUT.ID

Usus itu tidak bisa dilalui kalau ukurannya mikroplastik, maka akan keluar melalui feses. Kalau melalui udara bisa, tapi ukurannya harus sangat kecil, kata Prof Etty.

Paparan melalui udara berkaitan dengan partikel polutan seperti PM2.5 dan PM1.0. Namun, partikel yang berpotensi masuk lebih dalam ke tubuh adalah PM1.0, yakni partikel dengan ukuran kurang dari satu mikron atau seperseribu milimeter.

Nanoplastik juga diduga dapat masuk ke organ lain seperti otak dan air ketuban, tetapi ukurannya harus sangat kecil. Hal ini karena setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi akan melalui proses pencernaan terlebih dahulu sebelum dapat diserap ke dalam darah.

Terkait deteksi mikroplastik dalam tubuh manusia, menurut Prof. Etty, pemeriksaan tidak dapat hanya mengandalkan mikroskop biasa. Sejumlah metode analisis lanjutan diperlukan untuk memastikan keberadaan partikel plastik.

Beberapa teknologi yang dapat digunakan antara lain fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS), mikroskop elektron, serta spektroskopi mikro-Raman.

Menurut Prof. Etty, penggunaan mikroskop saja berisiko menimbulkan kesalahan identifikasi. Partikel yang terlihat, bisa saja merupakan plankton atau senyawa lain, bukan mikroplastik.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: IPB UniversityNanoplastikProf. Etty Riani
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Next Post

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Postingan Terkait

Korban Tewas Gempa Venezuela 1.719 Orang

Korban Tewas Gempa Venezuela 1.719 Orang

30 Juni 2026
Waspada Kebakaran Hutan, September Masih Sangat Panas

El Niño Berpotensi Meningkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

30 Juni 2026

Waspada Dampak El Niño 2026

Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani 97.702 Unit, 81 Orang Tewas

WMO Dibangun di Atas Saling Ketergantungan Global dengan Solusi Bersifat Kolektif

Fakultas Kedokteran UNG Pertahankan Kelulusan 100 Persen Uji Kompetensi Nasional

Gempa Ganda Venezuela, Tim Dari 27 Negara Beri Dukungan Pencarian dan Penyelamatan

Gempa Ganda Dahsyat di Venezuela, UNICEF: 680 Ribu Anak Butuh Bantuan

Next Post
Perilaku Konsumsi Junk Food Anak SD di Kabupaten Gorontalo Pengaruh Teman Sebaya dan Iklan

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

TERBARU

Korban Tewas Gempa Venezuela 1.719 Orang

El Niño Berpotensi Meningkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Waspada Dampak El Niño 2026

Rumah Rusak Akibat Gempa Sarangani 97.702 Unit, 81 Orang Tewas

WMO Dibangun di Atas Saling Ketergantungan Global dengan Solusi Bersifat Kolektif

Fakultas Kedokteran UNG Pertahankan Kelulusan 100 Persen Uji Kompetensi Nasional

AmsiNews

REKOMENDASI

Gerhana Bulan, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf

Universitas Negeri Gorontalo Membekali Mahasiswa Melalui Pengenalan Kehidupan Kampus

Hari Maritim dan Ancaman Sampah Plastik (1)

COP28 di Dubai Momen Penting Bagi Aksi Iklim Global

Korban Tewas Akibat Topan Yagi di Asia Tenggara Bertambah Menjadi 667 Orang

Monopoli Iklan Digital, Departemen Kehakiman AS Menggugat Raksasa Teknologi Google

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.