Kepala DLHP Purworejo, Wiyoto Harjono, menilai faktor lingkungan sangat mungkin berkontribusi. Perubahan suhu dan salinitas air laut, pergeseran zona makan, hingga gangguan migrasi disebut sebagai faktor utama. Gangguan pada sistem internal seperti pencernaan dan pernapasan juga dapat menyebabkan hiu tersesat dan terdampar.
Sementara itu, Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Mochamad Iqbal Herwata Putra, menyatakan bahwa selatan Jawa memang menjadi pusat keterdamparan hiu paus. Fenomena upwelling yang menurunkan suhu permukaan laut dan meningkatkan produktivitas perairan sering menarik hiu paus ke wilayah tersebut. Namun perubahan iklim dapat mengganggu distribusi mangsa, memicu cuaca ekstrem, dan meningkatkan risiko kesehatan hiu paus.
Belajar dari temuan tersebut, Dwi menegaskan bahwa adanya indikasi keracunan, seperti pada kasus Kebumen sebelumnya, mungkin juga terjadi di Purworejo.
“Perlu kajian lebih lanjut agar ke depan kejadian serupa dapat diminimalkan.”




