“Produk-produk perikanan kita memang harus sesuai standar labor, bagian dari standar internasional sehingga perlu memanfaatkan protokol kesehatan dan perlindungan,” kata Nono.
National Project Officer, FAO-ISLME Project Dr Muhammad Lukman mengatakan, selain menghadirkan adanya mekanisme distribusi ke konsumen, ikan atau bahan pangan tersebut harus aman. “Kita perlu yakinkan costumer bahwa ikan itu aman. Kita perlu ada instrumen agar itu sampai dengan aman karena Covid-19 ini human to human. Kita perlu perbanyak sosialisasi, kampanye yang intensif,” ujarnya.
Menurut Lukman, secara global Indonesia adalah lumbung perikanan dan memberi manfaat bagi dunia. Negara-negara bisa membuka border restriction untuk menjamin perikanan yang aman.
“Kita bisa menjamin keamanan pangan dunia. FAO mendorong Pemerintah di dunia untuk bersama menjamin adanya food chain, yang bisa berkolaborasi, mendistribusikan dan memastikan keamanan logistik,” katanya.
Hal yang perlu dipastikan, kata Lukman, adanya supply chain dan distribusi. Distribusi ini berdimensi global, tantangan global oleh karena itu ada sebuah dorongan atau komitmen regional untuk menjaga supply chain ini.
“Perlu kesepakatan di tingkat negara. Kalau ke depan semakin baik maka di Indonesia, produksi cukup stabil ini peluang Indonesia untuk menjadi penyedia food supply,” ujar Lukman.





Komentar tentang post