Dana ini dapat menjadi pendapatan alternatif dari ekstraksi sumberdaya laut secara langsung, aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk menerima sumber pendapatan dari upaya konservasi.
Prototipe pertama Ocean Eye dapat digunakan dan diuji coba di lapangan pada triwulan akhir 2020 di Morotai. Morotai adalah salah satu pulau terluar di Indonesia yang terkenal dengan lokasi menyelam bersama hiu.
Terdapat tiga operator selam di Morotai yaitu Shark Diving Indonesia, Dive Morotai dan GOMO yang telah setuju untuk menggunakan dan mencoba aplikasi Ocean Eye.
Selain itu, ada tiga komunitas masyarakat lokal yang berada di pulau-pulau kecil di tengah KKP dengan keanekaragaman hayati ini, akan menjadi penerima dana jasa ekosistem yang dilakukan oleh wisatawan yang berkunjung.
Berdasarkan pemodelan dan proyeksi yang dilakukan, serta data pengamatan yang dikumpulkan selama survei daya dukung pada tahun 2019, dana pembayaran dari pertemuan dengan spesies yang diharapkan ini akan memberikan pendapatan ke masyarakat mencapai US $400.000 pada Tahun ke-6.
Pada basis harian per penyelam, dana yang dikumpulkan diproyeksikan lebih dari dua kali lipat pada periode berbeda, dari US $4,50 di tahun pertama menjadi US $10,20 di tahun ke-6, mencerminkan peningkatan pertemuan dengan populasi spesies yang pulih dan lebih banyak wisatawan yang mengunjungi Morotai.





Komentar tentang post