Terdapat Pemphis acidula di pesisir Olele. Ini tumbuhan perdu, bercabang tidak beraturan, serta batang yang berliku-liku.
Warna kulit dahan coklat tua sampai abu-abu dan permukaannya bersisik. Tumbuhan ini tercatat sebagai tanaman langka dan banyak diburu pecinta bonsai.
Tanaman ”suci” tersebut memiliki khasiat sebagai herba atau yang dapat digunakan untuk obat-obatan.
Menurut Peneliti Kelautan dan Wisata Bahari, Gusnar Lubis Ismail, lanskap panorama pantai Olele yang berbatu cadas yang curam ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan ”termasuk pohon setigi yang terkenal di kalangan penggemar tanaman bonsai tumbuh liar, menempel di tebing pantai.”
Melalui aspek budaya, warga setempat mewarisi cara membuat perahu dengan teknologi serta pengetahuan yang bersumber dari adat istiadat.
Pembuatan perahu tidak semata-mata dikerjakan begitu saja. Lahirnya perahu wujud dari pembacaan masyarakat terhadap alam yang disertai dengan pemahaman nilai-nilai luhur yang masih dipegang teguh sejak dulu hingga sekarang.
Yang menarik lainnya, di pantai olele ini, saat perayaan hari-hari besar akan diadakan lomba Katinting Race oleh warga setempat.
Ini merupakan lomba balap perahu yang paling dinantikan seluruh warga Olele. Sebab katinting tersebut salah satu potret karakteristik di Desa Olele yang mencerminkan keseimbangan, kesederhanaan, keindahan, kecepatan, ketepatan dan ketangguhan.




