Darilaut – Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyoroti hujan lebat dan banjir yang terjadi sejumlah wilayah di dunia, termasuk Indonesia.
WMO mencatat lebih dari 50 orang meninggal dunia karena tanah longsor di Provinsi Jawa Barat, pada 24 Januari. Peristiwa tanah longsor ini terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Bencana ini dipicu oleh curah hujan lebat. Akan tetapi, menurut WMO, penyebab mendasar dari tragedi tersebut adalah persamaan risiko yang lebih kompleks termasuk karakteristik geologis, kemiringan lereng, stabilitas tanah, dan praktik penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan.
Di Selandia Baru, serangkaian sistem badai tropis membawa curah hujan rekor ke bagian utara Pulau Utara, memicu banjir dan tanah longsor yang menyebabkan korban jiwa di sebuah lokasi perkemahan.
Begitu pula di Afrika. Mekanisme Koordinasi WMO, dalam Laporan Mingguan Hidrometeorologi Global pada 22 Januari, memperingatkan tentang hujan lebat yang terus berlanjut di Afrika bagian Tenggara.
Hujan deras berminggu-minggu telah menyebabkan sungai meluap dan membanjiri waduk-waduk utama, sehingga air banjir meluap ke daerah-daerah padat penduduk.
Mozambik adalah daerah yang paling parah terkena dampaknya. Banjir telah memengaruhi setidaknya 650.000 orang, menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi, dan menghancurkan atau merusak setidaknya 30.000 rumah, menurut Institut Manajemen Bencana Nasional Mozambik.




