Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa sistem cuaca yang membawa hujan seperti monsun, badai petir hebat, daerah tekanan rendah (LPA), angin timuran, garis geser, dan zona konvergensi antartropis (ZTT), yang dapat memicu dampak buruk, termasuk banjir dan tanah longsor di wilayah rentan.
DOST-PAGASA akan terus memantau secara ketat kemungkinan terjadinya La Nina, dan dampaknya terhadap iklim setempat.
Semua instansi terkait dan masyarakat diimbau untuk terus memantau dan mengambil tindakan pencegahan terhadap potensi dampaknya.
Prediksi WMO
Fenomena iklim mendingin yang dikenal sebagai La Nina dapat kembali antara September dan November, akan tetapi kondisi ini tidak akan menghentikan tren peningkatan suhu global yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Data terbaru yang dikeluarkan oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Selasa (2/9/2025) menunjukkan kemungkinan sebesar 55 persen bahwa suhu permukaan laut di Pasifik khatulistiwa akan mendingin ke tingkat La Nina dari September hingga November.
Hasil pembaruan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO, La Nina akan memengaruhi pola cuaca dan iklim mulai September 2025 dan seterusnya.
Meskipun La Nina memberikan pengaruh pendinginan, suhu diperkirakan masih akan berada di atas rata-rata di sebagian besar wilayah dunia.




