Selain sektor kesehatan, UNG juga memaparkan solusi untuk pemerataan kualitas pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), khususnya di wilayah Kabupaten Boalemo dan sekitarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Muhammad Amir Arham, menjelaskan bahwa pihaknya telah menciptakan platform belajar mandiri (self-study platform) yang mampu beroperasi di wilayah tanpa jaringan internet.
“Kami mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis tenaga surya yang tidak memerlukan sinyal internet. Dengan alat ini, guru di daerah 3T tetap bisa melakukan penilaian pendidikan secara komprehensif,” ujar Amir.
Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan UMKM
Tak hanya kesehatan dan pendidikan, UNG juga menyebutkan inovasi ekonomi hijau melalui pemanfaatan limbah pelepah pisang. Inovasi ini mengubah serat pisang menjadi dinding panel dekoratif untuk meningkatkan daya saing UMKM Karawo di Gorontalo.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem green economy di desa-desa pesisir, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
Melalui kunjungan ini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berkomitmen untuk terus mendukung perguruan tinggi dalam melahirkan riset yang tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan nasional.




