Jumat, April 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Paus Biru Muncul di Botubarani: Indikasi Jalur Migrasi Baru di Teluk Tomini

Novita J. Kiraman
27 Oktober 2025
Kategori : Berita, Konservasi
0
Paus Biru Muncul di Botubarani: Indikasi Jalur Migrasi Baru di Teluk Tomini

Paus biru (Balaenoptera musculus) saat melintasi perairan Botubarani, Gorontalo, Teluk Tomini, pada Rabu (22/10). POTONGAN VIDEO: HIRSON LATIEF

Darilaut – Warga Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dikejutkan kemunculan seekor paus biru (Balaenoptera musculus) yang berenang mendekati tubir karang pada Rabu (22/10). Kondisi ini dapat menunjukkan indikasi jalur migrasi baru di Teluk Tomini.

Hewan laut raksasa yang panjangnya diperkirakan mencapai 20 meter itu terlihat berada di perairan dangkal yang biasanya menjadi lokasi wisata pengamatan hiu paus.

Kemunculan paus terbesar di dunia ini menjadi peristiwa langka bagi perairan Gorontalo. Ketua Jurusan Manajemen Sumber Daya Perikanan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Nuralim Pasisingi, menjelaskan bahwa secara batimetri, wilayah perairan Botubarani memang memiliki dasar laut dengan slope yang cukup curam.

Kondisi ini memungkinkan spesies megafauna seperti paus biru untuk mendekati area pesisir tanpa harus keluar dari zona dalam.

“Kalau dikaitkan dengan batimetri perairan Botubarani, fenomena ini tergolong wajar. Megafauna seperti paus biru bisa saja mencari makan di kedalaman kurang dari 100 meter,” ujar Nuralim.

Meski demikian, ia menilai bahwa faktor oseanografi lain seperti arus laut, suhu perairan, dan ketersediaan makanan berupa plankton juga perlu diperhitungkan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BotubaranigorontaloPaus Biruteluk tomini
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

FIP UNG Perkuat Mutu dan Reputasi Lewat Penguatan Tata Kelola Fakultas

Next Post

The Gorontalo Institute Dorong Pemuda Rancang Masa Depan Gorontalo di Youth Summit 2025

Postingan Terkait

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

16 April 2026
Di Masa Pandemi Covid-19, Nilai Produksi Perikanan di Bitung 239,2 Miliar

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

16 April 2026

Bibit Siklon Tropis 92S di Barat Laut Kepulauan Cocos (Keeling)

Guru Besar Universitas Atmajaya Yogyakarta: Isu Biodiversitas Belum Banyak Diangkat Media

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

Next Post
The Gorontalo Institute Dorong Pemuda Rancang Masa Depan Gorontalo di Youth Summit 2025

The Gorontalo Institute Dorong Pemuda Rancang Masa Depan Gorontalo di Youth Summit 2025

TERBARU

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

Bibit Siklon Tropis 92S di Barat Laut Kepulauan Cocos (Keeling)

Guru Besar Universitas Atmajaya Yogyakarta: Isu Biodiversitas Belum Banyak Diangkat Media

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

AmsiNews

REKOMENDASI

Mewaspadai Kasus Cacar Monyet

Update: Daftar Situs Covid-19 di Indonesia

Perdagangan Ikan Karang Hidup Terkait dengan Illegal Fishing

Mozambik Bersiap Menghadapi Topan Freddy Untuk Kedua Kalinya

Banjir Melanda Pohuwato

ABK Kapal Perikanan yang Diamankan di Kwandang Dipulangkan ke Toli-Toli

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.