Darilaut – Seekor paus sperma (Physeter macrocepalus) terdampar di Pantai Kelapa Satu, Kampung Neidam, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi Jumat (12/11) malam.
Paus sperma yang terdampar ini sudah dalam kondisinya membusuk. Mamalia laut dengan panjang sekitar 12 meter tersebut kulitnya hangus dan terdapat lubang di bagian punggung.
Melihat tubuhnya yang telah koyak, diduga paus sperma tersebut telah lama mati di tengah laut sebelum terdampar.
Pelaksana Tugas Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Sarmi, Paulus Baibaba, aparat di Kampung Neidam telah menginisiasi penguburan paus tersebut. Hal ini karena bau busuk yang menyengat dan sangat menggangu indera penciuman.
Masyarakat setempat memberikan informasi pada 1969 silam, di lokasi yang sama pernah juga terdampar paus sperma.
Namun, tidak terdapat penjelasan lebih rinci mengenai kondisi paus yang terdampar puluhan tahun silam itu.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua, Edward Sembiring mengimbau untuk menjaga sikap dan perilaku terhadap alam semesta seisinya, agar kita dapat terus hidup harmonis dan sejahtera. Perilaku kita terhadap alam membawa konsekuensi setara terhadap kehidupan apa yang kita tanam.





Komentar tentang post