Jadi dalam poin keempat ini masyarakat juga diajak untuk memahami risiko akibat kegempaan agar mereka pun paham.
Gempa yang terjadi di Mamuju dan Majene, telah menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban jiwa. Berdasarkan informasi yang diperoleh hingga Kamis (21/1), telah terjadi gempa susulan sebanyak 39 kali dengan gempa utama magnitude 6,2.
Menurut Irwan, potensi gempa yang ada di Mamuju dan Majene sebetulnya sudah diketahui sejak dulu.
“Dari dulu kita sudah memperhatikan, ini ada daerah yang unik di Sulawesi Barat ke tengah, kenapa banyak terjadi gempa dengan mekanisme sesar naik di sana. Kita berkesimpulan ada sumber gempa dan sudah kita masukan ke dalam peta bahaya sumber gempa tahun 2019,” ujarnya.
Akan tetapi, kata Irwan, informasi yang telah diberikan kepada pemerintah belum terlalu detail.Sehingga pada saat terjadi gempa kita masih belum bisa menjelaskan dengan baik kemungkinan dua sumber gempa ini (Mamuju thrust atau Makassar strait thrust) itu yang mana, sekarang kita sudah memiliki kesimpulan dan sedang membuat paper terkait hal tersebut.





Komentar tentang post