“Karena telah menyatakan mundur dari KP2, maka dalam surat yang sama saya menyampaikan beberapa isu yang perlu dapat perhatian MKP,” kata Chalid.
Berikut ini sejumlah isu kelautan yang disampaikan Chalid kepada MKP:
Budidaya
Kami sangat mengapresiasi komitmen dan kebijakan Pak Menteri untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam budidaya sumber daya kelautan dan perikanan. Kami yakin masa depan pangan kita berasal dari budidaya.
Oleh karena itu, kami ingin menyarankan kepada Pak Menteri untuk melakukan evaluasi apakah saat ini telah tepat melakukan ekspor benih lobster, sementara pelaku usaha belum terlihat menyiapkan sarana dan prasarana budidaya secara sungguh-sungguh sebagaimana isi Peraturan Menteri KKP.
Saat ini mungkin tepat bila ada pengerahan alokasi sumber daya secara besar-besaran agar ketertinggalan Indonesia selama puluhan tahun dari negara lain dalam hal budidaya dapat terkejar.
Kebijakan
Kebijakan KKP terkait dengan alat tangkap adalah salah satu yang mendapat perhatian publik secara berbeda. Anggota Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) di berbagai tempat telah puluhan tahun menentang penggunaan trawl. Walaupun secara hukum trawl dilarang, namun praktiknya di beberapa tempat masih digunakan.
Kami menyarankan ada pembahasan yang mendalam terkait alat tangkap ini agar semua pihak punya persepsi yang sama dan dapat meminimalkan potensi konflik antar nelayan di kemudian hari.





Komentar tentang post