Kehadiran KNMP juga diproyeksikan mendorong terbentuknya ekosistem bisnis perikanan yang lebih terintegrasi, didukung oleh fasilitas penunjang seperti gudang beku, pabrik es portabel, dan armada mobil berpendingin. Berdasarkan estimasi KKP, perputaran ekonomi yang tercipta dari aktivitas tersebut berpotensi mencapai hingga Rp11 miliar per tahun.
Program KNMP di wilayah itu pun diharapkan dapat menambah jumlah pendapatan rata-rata nelayan dari yang tadinya Rp3,8 juta per bulan, menjadi Rp5,2 juta.
“Alhamdulillah pembangunan KNMP terus berprogres, khusunya di Kabupaten Toli-Toli sudah rampung 100 persen, di tengah kondisi cuaca ekstrem di sebagai besar wilayah Indonesia, yang ikut memengaruhi pengerjaan pembangunan,” ujar Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP, Trian Yunanda di Jakarta, Selasa (30/12).
KKP memproyeksikan 64 titik KNMP lain siap menyusul penyelesaiannya pada awal tahun 2026.
Selain KNMP Toli-Toli, terdapat empat lokasi lain yang progress pembangunannya sudah lebih dari 95 persen yang sebentar lagi juga akan rampung pengerjaannya. Rata-rata progres pembangunan sisanya berada di kisaran 72 persen.
Trian mengatakan secara bertahap 64 lokasi lain yang pembangunannya dimulai Oktober 2025 akan kami tuntaskan seluruhnya pada 31 Januari 2026.




