Franco menyebut Tempo adalah simbol kebebasan berekspresi yang wajib dibela oleh komunitas jurnalis di seluruh Indonesia.
Pandangan senada disampaikan oleh Ika Mujiono dari inHIDES. Menurutnya, tindakan Kementerian Pertanian yang menggugat Tempo bukan jawaban atas kritik, melainkan bukti bahwa pejabat publik masih anti terhadap transparansi.
“Fakta yang disodorkan Tempo bukan dilawan dengan data, tapi dengan gugatan. Jika hal seperti ini terus berulang, jurnalis akan berhenti menulis berita kritis dan hanya memilih berita aman.”
Para peserta diskusi mengatakan, bila Tempo kalah dalam gugatan ini, dampaknya tidak hanya pada dunia pers tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap pemerintah dan nilai-nilai demokrasi.
“Masalah ini sudah berulang kali terjadi dengan pola yang sama: membungkam kebebasan pers,” simpul moderator diskusi.




