“Kementerian biasanya selalu deg-degan kalau di Sulawesi ada pemilihan rektor. Tetapi Alhamdulillah pada tahap ini, di Universitas Negeri Gorontalo, dapat berjalan dengan sangat kondusif, dinamis dan semua sifatnya adalah konstruktif,” ujar Prof. Tjitjik.
“Ini yang perlu kami apresiasi terkait dengan penyelenggaraan proses tahapan pemilihan rektor yang ada di Universitas Negeri Gorontalo.”
Yang kedua, kata Prof. Tjitjik, proses pemilihan ini ada beberapa tahap. Jadi ada penjaringan, kini adalah tahap penyaringan dari empat menjadi tiga calon.
Dalam tahap penyaringan tersebut, diberikan kewenangan kepada anggota senat UNG untuk memilih, menyalurkan aspirasinya kepada bakal calon rektor sehingga nanti diperoleh tiga calon rektor.
“Nah, tiga calon rektor ini dikirim kepada kementerian, selanjutnya tiga calon rektor ini akan dilakukan wawancara, pendalaman, dan terutama kita ingin memverifikasi terkait dengan visi misi,” kata Prof. Tjitjik.
Kementerian juga ingin mengetahui komitmen calon rektor dalam menyelenggarakan pendidikan yang ada di UNG.
“Sejauh mana kebijakan-kebijakan yang akan diambil dan keselarasannya dengan kebijakan yang ada di kementerian,” kata Prof. Tjitjik.
Menurut Prof. Tjitjik dalam proses ini tidak ada persaingan, tetapi yang jelas ini adalah proses demokrasi untuk pemilihan academic leader. Ini orientasinya sesuatu yang reguler akan terjadi pada setiap perguruan tinggi.





Komentar tentang post