“Kita perlu menyaring informasi karena banyaknya informasi, terlebih dengan informasi pemilu, yang mulai dekat,” ujarnya.
Dosen Komunikasi FIS UNG, Muhammad Akram Mursalim S,Sos., M.I. Kom, meminta untuk berhati-hati dengan informasi yang ada, karena di era saat ini kebohongan dapat menyamar menjadi sebuah kebenaran.
“Proses pembuatan berita itu dimulai dari kebenaran, bukan kebaikan,” ujarnya.
Kebenaran tersebut diartikannya secara fungsional, yang dimulai dengan mengambil berita di lapangan kemudian membawa ke meja redaksi, sehingga melahirkan berita yang berkualitas dan menjaga kualitas berita.
Akram berharap nantinya kolaborasi dalam kegiatan ini dapat berangkat dengan kebenaran, ada buku dari Bill Kovach tentang 9 elemen jurnalisme dengan prinsip pertama adalah kebenaran dan yang terakhir adalah hati nurani.
Pemateri Penguatan Sekolah Literasi Pemberitaan Pemilu masing-masing Ketua AMSI Gorontalo Verrianto Madjowa dan Ketua Komunitas Literasi Kampung Irfan Yasin.




