Inger menjelakan 18 bulan yang lalu, di Kenya, Majelis Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa yang kelima (UNEA 5.2) membuat instrumen tersebut, kemudian diumumkan.
Resolusi ini dipuji sebagai kemenangan Semangat Nairobi: semangat kerja sama, konsensus dan ambisi.
“Saya meminta Anda sekali lagi merangkul semangat kota yang indah ini dalam beberapa hari mendatang – sama seperti banyak warga Kenya yang melakukan aksi hari ini pada hari libur nasional khusus yang dikhususkan untuk menanam pohon,” ujar Inger.
Inger mengutip kembali resolusi yang disahkan pada UNEA 5.2 yang menyerukan perlunya sebuah instrumen yang,“berdasarkan pendekatan komprehensif yang menangani seluruh siklus hidup plastik”.
Salah satu faktor pendukung yang paling penting adalah kepemimpinan sektor swasta. Jika industri tidak hanya mendukung kesepakatan ini, namun juga mendahuluinya, kata Inger, “dengan memanfaatkan sumber daya dan inovasinya, kita dapat mempercepat transformasi.”
Saya meminta sektor swasta untuk memahami bahwa ini bukan hanya soal filantropi atau tanggung jawab sosial perusahaan. “Ini tentang masa depan Anda – baik di ruang rapat maupun di rumah Anda. Instrumen ini akan datang. Dunia sedang berubah,” kata Inger.




