“Setiap detik napas yang kalian ambil, kalian berutang ke laut,” kata Kepala Departemen Riset Persepsi Kelautan – German Research Center for Artificial Intelligence, Prof Oliver, seperti dikutip dari Itb.ac.id.
Dengan presentasi berjudul “Kecerdasan Buatan untuk Lingkungan Laut yang Berkelanjutan”, Prof Oliver berharap ide implementasi AI (kecerdasan buatan) berguna dalam menanggulangi permasalahan sampah plastik di lautan Indonesia.
Melalui penginderaan dan analisis yang didukung kecerdasan buatan terhadap situasi kompleks, tindakan yang direncanakan dan perubahan berkelanjutan dapat dicapai.
Kecerdasan buatan dapat mengenali pola dalam data kompleks dan mempelajari hasilnya untuk mencapai tujuan tertentu melalui adaptasi yang fleksibel, dan implementasinya terhadap lingkungan akan sangat membantu.
Karena itu perlu dukungan dan penerimaan oleh masyarakat supaya kecerdasan buatan dapat diangkat sebagai solusi transformasi keberlanjutan untuk kondisi laut yang lebih baik.
Salah satu contoh implementasi AI adalah Floating Litter Detection. Teknologi ini mengandalkan machine-learning pada data gambar udara.





Komentar tentang post