Sabtu, Agustus 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gerhana Bulan Total Terjadi 2,5 Tahun Sekali

redaksi
28 Mei 2021
Kategori : Berita
0
Mahasiswa Amati Gerhana Bulan Total di Pantai Bone Bolango

Puncak gerhana bulan total pada Rabu 26 Mei 2021, di sekitar lokasi perairan Botubarani, Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Teluk Tomini. FOTO: ASWANDI NOER

Darilaut – Peneliti di Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty mengatakan, gerhana bulan tahun ini akan terjadi dua kali, yakni gerhana bulan total pada 26 Mei 2021 dan gerhana bulan sebagian pada 19 November 2021.

Itb.ac.id melansir, gerhana bulan total dapat diamati dalam interval waktu 2,5 tahun sekali. Gerhana bulan total terakhir yang terjadi di Indonesia adalah pada 2018.

Tingkat kegelapan gerhana ditentukan menggunakan skala Danjon dengan rentang nilai 0 hingga 4. Gerhana yang sangat gelap memiliki skala Danjon 0.

Saat terjadi GBT, warna merah yang muncul disebabkan oleh cahaya matahari yang dihamburkan oleh debu dan molekul di atmosfer bumi.

Warna biru terhamburkan lebih kuat sedangkan warna merah dapat melintasi atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bulan. Tingkat kegelapan gerhana bulan ini dapat memberikan beberapa informasi penting.

Astronom Bosscha Agus Triono, mengatakan ketika gerhana bulan terjadi dengan asumsi cuaca memungkinkan, itu (warna) bulan akan gelap.

Jadi, bulan purnama yang biasanya putih akan berubah menjadi gelap. Bergantung pada kondisi atmosfer, seperti kadar polutan di atmosfer yang turut menentukan tingkat kegelapan warna bulan purnama.

Warna bulan pada lokasi pengamatan saat gerhana bulan total bergantung pada beberapa faktor. Seperti banyaknya kandungan uap air, polutan udara sebagai hasil pembakaran, asap pabrik atau asap kendaraan bermotor dan debu atau abu letusan gunung berapi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AstronomiGerhana BulanITBObservatorium Bosscha
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Hari Penyu Sedunia, Ratusan Tukik Dilepas di Pantai Mukomuko

Next Post

Ini Hasil Pemantauan Gerhana Bulan Total di Gorontalo

Postingan Terkait

8 Wilayah Siaga Tsunami Gempa Dahsyat NTT

8 Wilayah Siaga Tsunami Gempa Dahsyat NTT

15 Agustus 2026
Gempa Bumi Dahsyat M 7,7 Guncang NTT, Potensi Tsunami Hingga Sulawesi Selatan dan Tenggara

Gempa Bumi Dahsyat M 7,7 Guncang NTT, Potensi Tsunami Hingga Sulawesi Selatan dan Tenggara

15 Agustus 2026

Virus Ebola Kian Cepat Menyebar

Ebola Mengganas, Setiap 30 Menit Satu Orang Tewas

NASA Memotret Gerhana Matahari Total yang Menakjubkan

Komitmen Melahirkan Generasi Muda Berintegritas UNG Bekali Mahasiswa Baru Dengan Pengetahuan Anti Korupsi

Djibouti Perkuat Sistem Peringatan Dini yang Berpusat Pada Masyarakat, Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor

Gempa Kolombia, 132 Orang Tewas dan 238 Hilang

Next Post
Ini Hasil Pemantauan Gerhana Bulan Total di Gorontalo

Ini Hasil Pemantauan Gerhana Bulan Total di Gorontalo

Komentar tentang post

TERBARU

8 Wilayah Siaga Tsunami Gempa Dahsyat NTT

Gempa Bumi Dahsyat M 7,7 Guncang NTT, Potensi Tsunami Hingga Sulawesi Selatan dan Tenggara

Virus Ebola Kian Cepat Menyebar

Ebola Mengganas, Setiap 30 Menit Satu Orang Tewas

FKTP UNG Jalin Kerja Sama Dengan Perusahaan Jepang untuk Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

NASA Memotret Gerhana Matahari Total yang Menakjubkan

AmsiNews

REKOMENDASI

Konsumen Seafood Dunia Ingin Produk Perikanan Berkelanjutan

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang di Laut Filipina, 96W di Mikronesia

Tiga Kali Keberangkatan Mudik Gratis Sepeda Motor dengan Kapal Laut

Menteri Agama: Posisi Hilal Belum Memenuhi Kriteria MABIMS, 1 Syawal 1447 H Sabtu 21 Maret 2026

Paus Orca Terlihat di Botubarani, Hiu Paus Menghilang

Mafindo Refleksi Tren Hoaks 2024–2025, Penggunaan Teknologi Deepfake Meningkat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.