Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

redaksi
6 November 2026
Kategori : Berita
0
Lere Palu

Gempa bumi dan tsunami di Lere, Palu Timur, Sulawesi Tengah, pada 28 September 2018. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Hanya tiga minggu setelah peristiwa itu, komunitas internasional berkumpul di Kobe, wilayah Hyogo, Jepang. Pemerintah berbagai negara mengadopsi “Kerangka Kerja Aksi Hyogo” (Hyogo Framework for Action) yang berlaku selama 10 tahun.

Ini merupakan kesepakatan global komprehensif pertama mengenai pengurangan risiko bencana.

Mereka juga membentuk Sistem Peringatan dan Mitigasi Tsunami Samudra Hindia, yang mencakup berbagai stasiun pemantau seismograf dan permukaan laut, serta menyebarkan peringatan ke pusat informasi tsunami nasional.

Urbanisasi yang pesat dan berkembangnya sektor pariwisata di wilayah-wilayah rawan tsunami membuat semakin banyak orang terpapar risiko.

Oleh karena itu, pengurangan risiko menjadi faktor kunci jika dunia ingin mencapai penurunan signifikan dalam jumlah korban jiwa akibat bencana—yang merupakan tujuan utama dari “Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015–2030” (Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030), sebuah kesepakatan internasional berdurasi 15 tahun yang diadopsi pada Maret 2015 untuk menggantikan Kerangka Kerja Hyogo.

Meskipun jarang terjadi, tsunami dapat meluluhlantakkan komunitas pesisir, sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi sangat penting.

Mengenali tanda-tanda peringatan alam, mengetahui rute evakuasi, menyusun rencana dan latihan tanggap darurat, serta berpartisipasi dalam latihan evakuasi dapat menjadi penentu antara hidup dan mati. Setiap orang memiliki peran dalam melindungi diri sendiri, orang-orang terkasih, serta komunitas mereka.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Hari Kesadaran Tsunami SeduniaPBBtsunamiWorld Tsunami Awareness Day
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

Postingan Terkait

Kondisi Sumber Gempa dan Tsunami di Indonesia Beragam

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

6 November 2026
UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

6 November 2026

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

TERBARU

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

AmsiNews

REKOMENDASI

Perusahaan Sawit Harus Kembalikan Lahan Plasma Petani Popayato

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Mahasiswa Brawijaya Ciptakan i–LENUK, Aplikasi Pendataan Penyu

Laki-Laki Banyak Terinfeksi Virus Corona di Indonesia

Perikanan Tangkap di Sorong Alami Peningkatan

Masuk Jaring Nike, Nelayan Lepas Pari Manta dan Hiu Paus

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.