Kosmologi masyarakat adat tidak bersifat abstrak-formal yang dihasilkan oleh penalaran logis rasio manusia seperti pada pengetahuan modern. Sebaliknya, merupakan pengetahuan pengetahuan intuitif (Zbigniew, 2020) atau pengetahuan tacit (Cameron, 2022; Hadjimichael & Ribeiro, 2024; Maderson, 2023).
”Pengetahuan ini tersimpan dalam pengalaman langsung, keterampilan, intuisi, kebiasaan, nilai, dan pemahaman suatu komunitas masyarakat adat yang berlangsung secara turun-temurun,” kata Alex.
Terdapat empat dimensi konstitutif konservasi integratif. Pertama, Ontologi Relasi: Relasi manusia dan alam. Masyarakat adat memahami alam sebagai komunitas kehidupan yang mencakup manusia, hewan, tumbuhan, leluhur, dan kekuatan spiritual.

Kedua, pengetahuan sosial-ekologi: Dialog antara ilmu ekologi, ilmu sosial, ilmu hukum, ilmu ekonomi, pengetahuan lokal, pengetahuan adat, tradisi keagamaan, dan pengalaman praktis masyarakat. Membangun ruang kolaboratif dan integratif yang memungkinkan setiap perspektif memberikan kontribusi sesuai dengan kekuatan dan konteksnya masing-masing (Yanou et al., 2023).
Selanjutnya, ketiga, Etika Relasional: Kewajiban menjaga alam lahir dari hubungan timbal balik antara manusia dan komunitas kehidupan yang lebih luas.




