Kasus di Gorontalo
Penelitian di Gorontalo memberikan gambaran mengenai karakteristik pasien struma yang menjalani operasi tiroidektomi. Penelitian tersebut menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan melibatkan 49 pasien yang menjalani operasi tiroidektomi pada tahun 2023.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien struma adalah perempuan, yaitu sebanyak 79,6 persen, sementara laki-laki hanya sekitar 20,4 persen. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa gangguan tiroid memang lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Salah satu faktor yang menjelaskan kondisi ini adalah pengaruh hormon estrogen pada perempuan. Hormon tersebut dapat meningkatkan kadar Thyroid Binding Globulin (TBG) yang berperan dalam mengikat hormon tiroid di dalam darah.
Ketika kadar hormon tiroid bebas menurun, kelenjar hipofisis akan merangsang peningkatan hormon Thyroid Stimulating Hormone (TSH) yang pada akhirnya dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid sebagai mekanisme kompensasi tubuh.
Selain faktor jenis kelamin, penelitian tersebut juga menemukan bahwa sebagian besar pasien berada pada kelompok usia dewasa, khususnya pada rentang usia produktif. Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan tiroid tidak hanya menjadi masalah kesehatan pada usia lanjut, tetapi juga dapat terjadi pada individu yang masih aktif bekerja dan beraktivitas.




