Hammam mengatakan, komunitas riset dan inovasi Indonesia bisa bersama-sama berintegrasi dan berkolaborasi, serta bersinergi dengan gugus tugas yang ada di masing-masing bidang. Membentuk suatu ekosistem yang kuat untuk bisa merealisasikan proses membawa riset, ide sampai hilirisasi.
Wakil Rektor I Unair Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, guna penanganan pamdemi ini, pihaknya mempunyai dua rumah sakit khusus infeksi yang dilengkapi dengan lembaga penelitian. Kemudian beberapa pusat riset lainnya dengan sasaran melakukan usulan riset ke arah vaksin dan juga rapid test.
Unair juga telah melakukan whole genome sequencing dari 20 pasien dan sudah berhasil dua. Ini luar biasa karena menggerakkan semua dalam menangani pandemi ini.
“Karena para akademisi mempunyai tanggung jawab keilmuan agar mempunyai manfaat dan bisa digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.*





Komentar tentang post