Darilaut – Sejumlah peneliti kelautan Indonesia berkolaborasi dengan University of Leeds dan University of the Philippines menemukan fenomena pemutihan karang (coral bleaching) di Perairan Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.
Peneliti yang berkolaborasi masing-masing Maria Begger dan Chancey MacDonald dari University of Leeds United Kingdom (Inggris);, Gino V. Limmon, Prandito Simanjuntak, Cilun Djakiman, dan Fajrin Rahayaan dari Universitas Pattimura (Indonesia); Marichelle Barolo dan Diana Rose Bugay University of the Philippines (Filipina); Ben Charo dari Coral Reef Alliance; Halwi Masdar dari Universitas Hasanuddin; serta Eghbert Elvan Ampou dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tim tersebut melakukan penelitian Bersama enam orang kru Kapal Riset Unhas Explorer.
Salah satu peneliti, Eghbert Elvan Ampou, mengatakan ketika melakukan penyelaman di lokasi Oempu, Bau-Bau, tim menemukan pemutihan karang secara masal.
Para peneliti menengarai kondisi ini akibat dampak dari fenomena ENSO (El-Nino Southern Oscillation) pada periode tahun 2023 lalu, yakni naiknya suhu air laut global.
Naiknya suhu air laut global yang signifikan yang berdampak juga di wilayah Indonesia termasuk perairan Bau-Bau dan sekitarnya.
Yang menarik, kata Eghbert, karang dari jenis Acropora sp (karang bercabang) cenderung mampu beradaptasi.




