Limbah kulit jeruk nipis dapat digunakan sebagai bahan baku obat ataupun suatu formula tunggal yang dapat digunakan sebagai imunomodulato dan berpotensi sebagai sumber nutraceutical.
Para peneliti menggunakan metode true-eksperimen design. Sampel kulit jeruk nipis ekstrak maserasi dengan Etanol 96% sebanyak 3000 ml selama 3 x 24 jam, kemudian dievaporasi sampai terbentuk ekstrak kental.
Sampel ekstrak rendaman dari simplisia kulit jeruk nipis dirajang kecil-kecil dilarutkan dalam Ethanol 96% sebanyak 2000 ml terendam sempurna selama 3 x 24 jam dipisahkan antara filtrat dan residu selanjutnya di uapkan.
Sampel ekstrak perasan dari jeruk nipis dibelah menjadi dua kemudian diperas dan diambil air perasan selanjutnya diuapkan.
Hasil pemeriksaan profil fitokimia dari kulit jeruk nipis, bentuk ekstrak maserasi mengandung 6 senyawa metabolik yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tanin dan fenol, untuk ekstrak rendaman mengandung 4 senyawa metabolik yaitu alkaloid, flavonoid, steroid, fenol dan bentuk ekstrak perasan mengandung 3 senyawa metabolik yaitu alkaloid, steroid, dan fenol.
Kesimpulannya ekstrak maserasi kulit jeruk nipis lebih banyak kandungan senyawa metabolik dan menghasilkan lebih banyak senyawa terlarut karena pelarut organik masuk ke jaringan kulit.




