Sebanyak 15 sampel ikan diperoleh dari hasil tangkapan lokal di Teluk Tomini. Individu representatif (N=15) dipilih berdasarkan spesies dominan yang tertangkap di setiap lokasi pengambilan sampel, memastikan panjang tubuh, berat badan, dan ukuran bukaan mulut yang relatif seragam.
Analisis akhir mencakup lima individu per lokasi untuk membandingkan kelimpahan mikroplastik di ketiga area penelitian. Uji homogenitas mengkonfirmasi bahwa sampel data berasal dari populasi dengan varians yang sama.
Sampel ditempatkan dalam kotak pendingin dengan es batu dan diberi label untuk diangkut ke laboratorium. Setelah tiba, ikan disimpan dalam freezer pada suhu −20°C hingga analisis lebih lanjut.
Prosedur pemeriksaan mikroplastik untuk ikan dengan melakukan pencatatan berat total dan panjang setiap sampel sebelum saluran pencernaan (GIT) dibedah, dipisahkan, dan ditimbang menggunakan timbangan analitik.
Jaringan otot dan saluran pencernaan menggunakan larutan kalium hidroksida (KOH) dan hidrogen peroksida (H₂O₂), diikuti dengan penyaringan dan analisis mikroskopis untuk menentukan ukuran, bentuk, dan warna mikroplastik.
Data diproses dan divisualisasikan menggunakan Tableau. Hasilnya menunjukkan bahwa semua sampel ikan terkontaminasi mikroplastik. Lokasi Daratan Torosiaje (TM) menunjukkan kontaminasi tertinggi, dengan mencatat rata-rata kelimpahan 59,4±20,43 partikel per individu ikan, khususnya pada spesies Craterognathus plagiotaenia (86 partikel/individu), Lutjanus ehrenbergii (72 partikel/individu), dan Mugil cephalus (59 partikel/individu).



