Menurut Thomas astronomi dilibatkan untuk melihat sisi lain bahwa perbedaan itu bukan karena perbedaan hisab dan rukyat. Bukan karena perbedaan pengamatan dan perhitungan, tapi lebih pada perbedaan kriteria.
Kriteria ini dapat diperoleh dari kajian-kajian astronomi. Sehingga astronomi berperan untuk memberikan jalan tengah dalam memberikan solusi untuk penyatuan paham hisab dan rukyat termasuk nanti akan menghasilkan satu sistem kalender yang mempersatukan umat.
Muhammadiyah sudah mengumumkan dalam maklumatnya awal Ramadan jatuh pada tanggal 2 April 2022, karena posisi bulan sudah di atas ufuk.
Pemerintah akan melakukan rukyat pada 1 April 2022. Saat itu posisi bulan di indonesia secara umum kurang dari 2 derajat. Jadi dengan menggunakan kriteria yang lama, kriteria tinggi bulan 2 derajat ini memang ada potensi berbeda dengan yang sudah diumumkan dalam maklumat Muhammadiyah.
“Sehingga sejak awal ini sudah ada prakiraan akan ada perbedaan dalam keputusan sidang istbath nanti dengan Muhammadiyah,” katanya.
Dari sisi astronomi, pada saat 1 April elongasi atau jarak bulan dan matahari hanya sekitar 3 derajat. Kemudian ketinggiannya juga kurang dari 3 derajat.
Makna ketinggian ini bahwa hilal yang sangat tipis itu akan terganggu oleh cahaya safak atau senja sehingga tidak mungkin ada rukyat secara global.





Komentar tentang post