Hasil tangkapan nelayan gurita melimpah, bobotnya bertambah. Namun, tidak dengan Nursia. Ia hanya mendapat dua ekor gurita.
“Saya dengan teman-teman (perempuan nelayan) sudah bolak-balik dari Dambulalo ke Kadoda, terus balik lagi ke Dambulalo, ternyata hanya dapat dua ekor. Gurita sudah dipancing, saat menyelam lobang gurita kosong,” kata Nursia.
Fasilitator Japesda di Desa Kadoda, Titania Aminullah, mengungkapkan bahwa pendapatan nelayan laki-laki dan perempuan berbeda. Salah satu faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut adalah teknik penangkapan yang digunakan.
“Lebih cepat memancing dibanding menyelam, teman-teman nelayan perempuan ini kalah cepat.” jelas Titania.
Perempuan alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Gorontalo menambahkan bahwa pembukaan sementara area tangkap gurita berlangsung lancar. Cuaca cerah tanpa gelombang tinggi, dan bobot gurita yang tertangkap mencapai hingga tiga kilogram. Nelayan dari Desa Kadoda maupun desa tetangga merasa puas setelah penutupan selama tiga bulan.

“Dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Perbedaannya hanya pada bobot saja, soal jumlah hampir sama dibandingkan dengan penutupan sebelumnya,” kata Titania.
Perempuan 28 tahun itu melanjutkan, kualitas gurita dan harga jualnya bervariasi, tergantung pada kondisi dan mutu gurita yang dihasilkan. Total hasil tangkapan nelayan pada hari pembukaan mencapai 267 kilogram dengan jumlah 270 ekor gurita.




