“Nilai tambah menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha perikanan. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat mampu melihat peluang dari bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Upaya seperti ini perlu terus didorong karena memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Sebelumnya, perempuan pesisir dari sejumlah kampung di Kabupaten Berau telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait pengembangan usaha, pengemasan produk, pemasaran, pencatatan keuangan, hingga strategi meningkatkan daya saing produk lokal dari YKAN dan Dinas Perikanan Kabupaten Berau.
Didukung legalitas usaha, pengemasan yang semakin baik, dan sertifikat halal yang telah diperoleh, Uludang Crispy diharapkan berkembang menjadi produk unggulan pesisir Berau yang mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
Manajer Senior Ekonomi Biru YKAN Kiki Anggraini menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan salah satu kunci penting dalam membangun ekonomi pesisir yang tangguh.
“Perempuan memiliki peran besar dalam rantai nilai perikanan. Kami ingin memperkuat kapasitas mereka agar mampu mengembangkan usaha dan inovasi berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.



