“Selama ini kepala udang sering kali tidak dimanfaatkan. Padahal masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk makanan yang bernilai ekonomi,” ujar Riska.
“Melalui pendampingan dari YKAN dan Dinas Perikanan Kabupaten Berau, kami mencoba memanfaatkan bahan yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Riska menjelaskan bahwa kelompoknya terus memperkuat kualitas produk dan tata kelola usaha. Saat ini, produk-produk olahan yang dikembangkan Poklahsar Kerjasama Jaya, termasuk Uludang Crispy, telah dilengkapi dengan perizinan usaha dan sertifikat halal, sehingga memberikan jaminan mutu serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan kelompok.
Pemasaran Uludang Crispy juga terus berkembang. Saat ini, produk tersebut tidak hanya dipasarkan di Kampung Pegat Batumbuk, tetapi juga telah tersedia di sejumlah toko oleh-oleh di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Kehadiran produk di pusat oleh-oleh tersebut menjadi peluang untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan hasil olahan masyarakat pesisir kepada wisatawan dan masyarakat luas.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Poklahsar Kerjasama Jaya. Menurutnya, pengembangan produk olahan merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing usaha perikanan masyarakat.



