Darilaut – Seiring dengan meningkatnya peristiwa iklim ekstrem dan keadaan infrastruktur, sistem peringatan dini yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) dan data real-time menjadi alat penting untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi pembangunan.
Dalam Forum Multi-pemangku Kepentingan Tahunan ke-10 tentang Sains, Teknologi, dan Inovasi untuk SDGs (Forum STI), Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) salah satu penyelenggara acara sampingan.
Kegiatan dengan tema “Peringatan Dini untuk Semua: Memanfaatkan Teknologi Bertenaga AI untuk Memperkuat Pembangunan Sosial dan Ketahanan Sektoral” menyatukan koalisi suara yang kuat, mulai dari para pemimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga perwakilan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.
Pesan kolektif jelas: peringatan dini harus menjangkau semua orang dan bahwa mereka harus dibangun di atas kesetaraan, kepercayaan, dan kemitraan.
Dengan hanya lima tahun tersisa untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), waktu terus berdetak bagi masyarakat yang berisiko.
Peringatan Dini
Wakil Perwakilan Tetap Rwanda untuk PBB, Robert Kayinamura, menjelaskan biaya manusia dari kelambanan akibat “bencana tidak menunggu. Di Rwanda tahun lalu, banjir dan tanah longsor merenggut lebih dari 130 nyawa dan mengungsi lebih dari 16.000 orang.”




