Darilaut – Fenomena El Niño kerap dikaitkan dengan berbagai dampak negatif seperti kekeringan dan penurunan curah hujan.
Namun di sektor kelautan, peristiwa tersebut juga dapat membawa peluang, terutama melalui peningkatan produktivitas perairan di sejumlah wilayah Indonesia.
Profesor University of Maryland, R. Dwi Susanto, menjelaskan bahwa ketika El Niño berkembang, suhu laut di sejumlah perairan Indonesia cenderung menurun akibat perpindahan massa air hangat ke bagian timur Samudra Pasifik.
Kondisi tersebut mendorong terjadinya penguatan proses upwelling, yaitu naiknya massa air kaya nutrien dari lapisan laut yang lebih dalam ke permukaan.
“Pada saat El Niño, produktivitas perairan di selatan Jawa dan Sumatra meningkat karena konsentrasi klorofil menjadi lebih tinggi,” kata Dwi Susanto, dalam Deep-Sea Science Forum: Toward Deep Sea Mission 2045, yang diselenggarakan Pusat Riset Laut Dalam (PRLD) BRIN bersama University of Maryland, Selasa (2/6).
”Kondisi ini mendukung ketersediaan pakan alami dan berpotensi meningkatkan kelimpahan ikan.”
Peningkatan kandungan nutrien tersebut akan mendorong produktivitas primer perairan, yang menjadi fondasi rantai makanan laut. Dampaknya dapat dirasakan hingga tingkat sumber daya ikan yang menjadi target penangkapan nelayan.



