Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Perlu 322 Tahun Menyaksikan Kembali Uranus dan Gerhana Bulan Total

redaksi
9 November 2022
Kategori : Berita
0
Perlu 322 Tahun Menyaksikan Kembali Uranus dan Gerhana Bulan Total

Puncak gerhana bulan total yang teramati oleh tim BMKG di Saumlaki, Maluku, pada Selasa (8/11). FOTO: BMKG

Darilaut – Perlu waktu 322 tahun lagi untuk dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total dan Uranus, seperti yang terlihat pada langit malam, pada Selasa (8/11).

Uranus, planet ke tujuh dari Matahari terlihat saat Gerhana Bulan Total, Selasa malam. Peristiwa langka ini baru bisa dilihat kembali ratusan tahun lagi.

Pengamat langit di sebagian besar Jepang telah menikmati tontonan selestial (celestial: dalam astronomi mengacu kepada angkasa) yang yang sangat langka — Uranus tersembunyi oleh gerhana bulan total.

Di Jepang, mengutip NHK (Nippon Hoso Kyokai) gerhana bulan dimulai sekitar pukul 18.09 pada hari Selasa dan mencapai puncaknya pukul 19.16 dan 20.42.

Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan sejajar, dengan Bumi melemparkan bayangan sepenuhnya di atas satelit alaminya tersebut.

Tetapi beberapa sinar matahari masih melewati atmosfer bumi dan mencapai bulan. Hal ini menyebabkannya tampak merah tua.

Orang-orang di sebagian besar Jepang juga disuguhi fenomena lain, di mana Uranus bersembunyi di balik bulan.

Observatorium Astronomi Nasional Jepang mengatakan ini adalah pertama kalinya dalam 442 tahun gerhana bulan total dan gerhana planet diamati secara bersamaan dari negara tersebut.

Observatorium menambahkan bahwa waktu berikutnya orang-orang di Jepang akan dapat melihat pertunjukan langit yang langka seperti itu adalah 322 tahun dari sekarang.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gerhana BulanGerhana Bulan TotalJepangpasifikUranus
Bagikan23Tweet1KirimKirim
Previous Post

Puncak Gerhana Bulan Total Tak Dapat Disaksikan di Gorontalo

Next Post

Mitigasi Tsunami di Selatan Jawa Perlu Diseriusi

Postingan Terkait

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

18 September 2026
Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

18 September 2026

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Next Post
BNPB – UGM Kerja Sama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Tsunami

Mitigasi Tsunami di Selatan Jawa Perlu Diseriusi

Komentar tentang post

TERBARU

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

IMO Bahas Perlindungan Lingkungan Maritim

Gambar Cadas Tertua di Pulau Muna Petunjuk Jalur Migrasi Manusia di Asia–Pasifik

Potensi Transaksi Indonesia dalam Seafood Expo Global 153,03 juta USD

Bibit 94S di Samudra Hindia Berpotensi Menjadi Siklon Tropis

Arti Planet yang Tangguh

Laut Maluku Memiliki Kondisi Geologi yang Rumit dan Intensitas Kegempaan Sangat Tinggi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.