Jika dilihat dari pengalaman SARS dan MERS, beberapa pasien dapat berkembang menjadi fibrosis paru-paru, tetapi hal ini perlu dikaji lebih lanjut. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, diterbitkan pada bulan Februari lalu yang meneliti 138 pasien di Wuhan, Tiongkok, 10 persen dari mereka yang dirawat di ICU akhirnya beralih ke mesin Extracorporeal membrane oxygenation (ECMO), yang berfungsi mengeluarkan darah dari tubuh, mengoksidasi, dan lalu mengembalikannya ke tubuh.
Hal ini konsekuensi umum pada mereka yang mengalami penyakit pernapasan. Kondisi ini juga merupakan efek samping yang umum bagi mereka yang pernah masuk ICU.
Bagi orang-orang yang memakai ventilator mekanik, kemungkinan dibutuhkan beberapa bulan hingga satu tahun sebelum fungsi paru-paru mereka sudah benar-benar pulih.
Namun, ditekankan sekali lagi bahwa diperlukan lebih banyak penelitian sebelum mengetahui bagaimana efek samping berbulan-bulan atau bertahun-tahun ke depan yang akan terjadi pada pasien Covid-19 yang pulih.
Selain potensi merusak paru-paru, data awal dari Tiongkok juga menunjukkan bahwa pasien yang tertular penyakit ini juga berisiko terhadap masalah jantung. Studi yang dilakukan di Wuhan, menemukan bahwa 20 persen pasien yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 mengalami kerusakan jantung. Ini juga merupakan kondisi yang dikaitkan dengan risiko kematian di rumah sakit yang lebih tinggi.





Komentar tentang post