Rabu, September 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Tidak Simetris

redaksi
23 September 2026
Kategori : Berita
0
Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Tidak Simetris

Kondisi Gunung Anak Krakatau pada tahun 2021. GAMBAR: BRIN

“Catatan erupsi Anak Krakatau memperlihatkan bahwa perilaku gunung api tidak selalu tetap, tetapi dapat berubah mengikuti perkembangan tubuh gunung, sistem magma, dan kondisi lingkungannya,” ujar Dini, seperti dikutip dari Brin.go.id.

Proses yang berlangsung sejak Anak Krakatau muncul dari laut, tumbuh hingga ratusan meter, mengalami keruntuhan besar pada 2018, kemudian kembali membangun kerucutnya hingga 2026 menjadi bagian penting untuk memahami evolusi gunung api tersebut.

Karakter Basaltik

Hasil penelitian menunjukkan magma Gunung Anak Krakatau memiliki karakter lebih basaltik, lebih panas, dan tersimpan lebih dalam dibandingkan periode Old dan Young Krakatau.

Temuan tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan sistem magmatik Krakatau.

Pengetahuan tentang hubungan antara komposisi magma, kedalaman reservoir, temperatur, kondisi oksidasi, dan aktivitas erupsi menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman risiko serta upaya mitigasi bagi masyarakat di sekitar kawasan terdampak.

Menurut Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Adrin Tohari, adanya perubahan komposisi dan kedalaman penyimpanan magma dalam evolusi sistem Krakatau.

Dalam Geohazard Webinar 2026 #05, Senin (14/9), Adrin mengatakan, pengawasan dan pemahaman ilmiah yang komprehensif mengenai Krakatau sangat penting bagi keselamatan masyarakat pesisir dan kelancaran aktivitas pelayaran di kawasan Selat Sunda.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Adrin TohariBRINDini NurfianiGunung Anak KrakatauSelat Sunda
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Tubuh Gunung Anak Krakatau Berubah Drastis Setelah Runtuh 2018

Next Post

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

Postingan Terkait

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

23 September 2026
Tubuh Gunung Anak Krakatau Berubah Drastis Setelah Runtuh 2018

Tubuh Gunung Anak Krakatau Berubah Drastis Setelah Runtuh 2018

23 September 2026

Sejarah Erupsi Anak Krakatau: Runtuh 2018, Tumbuh Kembali Hingga 2026

El Niño Kian Menguat di Saat Kondisi Suhu yang Sudah Lebih Panas

September Hingga Awal Oktober Curah Hujan Kategori Rendah, El Niño Masih Sangat Kuat

Atmosfer Kering, Titik Panas Terbanyak di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan

Hurikan Polo Menguat Menjadi Badai Kategori 5 di Dekat Meksiko

Depresi Tropis Queenie Sedang Berkembang di Dekat Guam

Next Post
Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

TERBARU

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

Pertumbuhan Gunung Anak Krakatau Tidak Simetris

Tubuh Gunung Anak Krakatau Berubah Drastis Setelah Runtuh 2018

Sejarah Erupsi Anak Krakatau: Runtuh 2018, Tumbuh Kembali Hingga 2026

El Niño Kian Menguat di Saat Kondisi Suhu yang Sudah Lebih Panas

September Hingga Awal Oktober Curah Hujan Kategori Rendah, El Niño Masih Sangat Kuat

AmsiNews

REKOMENDASI

KLHK Tertibkan Penambangan Batu Kapur Ilegal di Bogor

Gempa Halmahera Utara, 69 Rumah Rusak Berat

Hutan Mangrove Kelurahan Mangunharjo Paling Luas di Kota Semarang

Menteri Susi Tinjau Lokasi Tumpahan Minyak Pantai Utara Jawa

BNPB – UGM Kerja Sama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Tsunami

Mikroplastik Berpotensi Menjadi Masalah Bagi Manusia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.