Bambang mengatakan teknologi bukan hanya sebagai alat, tetapi perlu juga dipetakan terlebih dahulu hal-hal yang dibutuhkan di Gunung Kidul.
“Misalnya tanaman apa yang cocok untuk ditanam di Gunung Kidul, baru kemudian dirisetkan teknologi dan inovasi yang cocok untuk diimplementasikan di sini,” ujar Bambang.
Anggota Dewan Pengarah BRIN lainnya, Tri Mumpuni menawarkan konsep Tekno-Antropologi yang dapat diadopsi.
“Tekno-Antropologi mendekatkan sedekat mungkin teknologi yang kita ciptakan dengan kemampuan masyarakat,” katanya.
“Tugas periset adalah mendekatkan teknologi, budaya, kebiasaan lokal agar dapat menyatu, sehingga masyarakat dapat ikut menjadi pemilik kegiatan industrI.”
Peran Perempuan
Senator Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) GKR Hemas mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam pengembangan pertanian DIY.
“Perempuan punya peran yang luar biasa dalam pertanian, terlibat mulai dari proses penanaman, hingga menjadi pendukung ekonomi keluarga,” katanya.
Menurut Hemas inovasi perempuan dalam pertanian juga penting, bukan hanya terlibat langsung dalam mengembangkan pertanian, tetapi juga usaha pertanian, penyelamatan lahan, peningkatan pangan, dan kesejahteraan masyarakat di Yogyakarta.
Hemas mencontohkan produktivitas petani perempuan di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.





Komentar tentang post