Terumbu ikonik Great Barrier Reef, di Australia dan Kepulauan Hawaii Barat Laut di Amerika Serikat tercatat mengalami pemutihan terburuk dan efek yang menghancurkan. Pemutihan kerang di Great Barrier Reef pada tahun 2016 dan 2017, misalnya, telah menyebabkan kematian sekitar 50% karang.
Karang tidak dapat bertahan dari frekuensi peristiwa pemutihan saat ini dari kenaikan suhu global. Jika suhu terus meningkat, peristiwa pemutihan akan terus terjadi.
Para ilmuwan memperkirakan peristiwa yang terjadi dua kali dalam dekade ini dapat mengancam kelangsungan hidup karang.
UNESCO telah melakukan penilaian ilmiah global dari dampak perubahan iklim pada terumbu karang Warisan Dunia, yang diterbitkan pada tahun 2017.
Menurut UNESCO, terumbu karang di 29 situs Warisan Dunia tidak akan ada lagi pada akhir abad ini jika kita terus mengeluarkan gas rumah kaca di bawah skenario bisnis seperti biasa.
Keanekaragaman Hayati
Terumbu karang menyimpan keanekaragaman hayati tertinggi dari ekosistem mana pun secara global. Meskipun hanya menutupi kurang dari 0,1% dasar laut, terumbu karang menampung lebih dari seperempat dari semua spesies ikan laut, selain banyak hewan laut lainnya.
Selain itu, terumbu karang menyediakan berbagai macam jasa ekosistem seperti makanan subsisten, perlindungan dari banjir dan menopang industri perikanan dan pariwisata. Oleh karena itu, hilangnya terumbu karang akan memiliki konsekuensi ekonomi, sosial dan kesehatan.





Komentar tentang post