Senin, September 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Perubahan Iklim: Gejala Mengkhawatirkan Mencairnya Bongkahan Es di Kutub

redaksi
24 Agustus 2021
Kategori : Berita
0
Padang Lamun Indonesia Terluas di Asia Tenggara

Hamparan padang lamun. FOTO; DARILAUT.ID

Darilaut – Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim, Sarwono Kusumaatmadja, mengatakan dari sudut perkembangan perubahan iklim, terdapat gejala-gejala yang mengkhawatirkan.

Gejala akselerasi perubahan tersebut, kata Sarwono, berupa berbagai bencana yang tidak tipikal, seperti bencana kebakaran di California, Eropa serta Afrika Utara dan mencairnya bongkahan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan yang dapat mencapai 2- 5 miliar ton/hari.

Menurut Sarwono, karbon biru merupakan sumber lingkungan karbon yang mengurangi emisi penyebab perubahan iklim, sebagai dari sumber keanekaragaman hayati Indonesia yang berada di ekosistem pesisir.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar setelah kawasan pesisir terpanjang kedua Kanada harus berusaha keras memanfaatkan potensi jasa lingkungan penyerapan karbon yang ada di kawasan pesisir, kawasan mangrove, lahan basah dan padang lamun/lamun.

Ekosistem lahan basah di Indonesia khususnya laut dan pesisir memiliki kemampuan menyimpan karbon hingga empat kali lipat dibandingkan hutan tropis.

Jika ekosistem karbon biru seperti mangrove, lamun dan terumbu karang dijaga dengan baik, dampak baik tidak hanya untuk mengatasi tantangan perubahan iklim, tetapi juga memberikan nilai jasa lingkungan untuk masyarakat lokal.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: KLHKPerubahan IklimSarwono Kusumaatmadja
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Lumba-Lumba Merah Muda

Next Post

Eksportir Gorontalo Cari Ikan Tuna Hingga Buol dan Donggala

Postingan Terkait

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

28 September 2026
Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

28 September 2026

Kementerian Ekraf Dorong Akselerasi Model Bisnis Media Digital Bersama AMSI

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

Typhoon Surigae Intensifies Rapidly East of Okinawa

Topan Surigae Menguat dengan Cepat di Timur Okinawa

Ada 1.300 Spesies Ikan Air Tawar di Indonesia

Next Post
Harga Cakalang Stabil di Bitung, Tuna Sirip Kuning Bervariasi

Eksportir Gorontalo Cari Ikan Tuna Hingga Buol dan Donggala

Komentar tentang post

TERBARU

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Kementerian Ekraf Dorong Akselerasi Model Bisnis Media Digital Bersama AMSI

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW UNG Lantunkan Dzikir dan Doa

Hurikan Polo Akan Mendarat di Baja California Sur, Meksiko

Typhoon Surigae Intensifies Rapidly East of Okinawa

AmsiNews

REKOMENDASI

Strategi Penanganan Sampah Laut

Melestarikan Lamun, Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Seni Pertunjukan, Teater Peneti Gorontalo Buka Penerimaan Anggota Baru

15 Spesies Paus Terlihat di Laut Cina Selatan

Typhoon Dolphin Makes Landfall Near Taizhou City, Zhejiang

Wamenpar: 2.000 Desa di Indonesia Kembangkan Kegiatan Wisata Bahari

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.